Terimakasih telah datang meskipun untuk pergi lagi
Mungkin kamu pernah dengar ini, dua orang yang hancur jika saling bertemu maka akan tercipta cinta yang paling tulus karena mereka sama - sama saling mengobati. Tapi apakah betul jika dua orang yang saling terluka lalu saling mencinta bisa membuat cinta yang lebih dari yang sebelumnya ?. Jujur aku ragu.
Dulu aku pernah dengar seseorang berkata begini "Obat yang pait saja bisa menyembuhkan. Namun, mengapa kamu yang manis justru menyakitkan". Siang itu jika bukan karena Overthingking time yang datang nya tiba - tiba mungkin sampai saat aku menulis ini, aku tak akan pernah bertemu dengan mu.
Siang itu aku bersyukur karena seolah semesta tak lagi setuju dengan semua kesibukan ku di depan laptop, pikiran ku di ajaknya melayang bersama dengan secangkir teh hangat di ujung meja ku. Pikiran ku melayang - layang membawa ku kepada masalah yang tengah aku hadapi. Hingga akhirnya tanpa pikir panjang aku memutuskan untuk bercerita dengan mu, karena aku pikir hanya kamu yang bisa mengerti apa yang sedang aku alami saat ini. Atau setidaknya, kamu tahu apa yang harus dan perlu aku lakukan. Terlebih lagi, aku merindukannya.
Jujur saja, aku berusaha keras menahan diriku agar tidak tergoda kembali dengan pesona mu. Aku tak ingin terjatuh dan luluh dihadapan mu lagi, hanya untuk membiarkan mu menyakiti aku lagi atau mungkin yang lebih buruk membiarkan mu menyakiti aku lagi. Aku tak ingin mengganggu apa yang sudah terjalin dengan baik. Bukan berarti aku tak lagi menginginkan mu, jika aku menuruti egois ku, aku ingin merebut mu dari dia. Persetan dengan komitmen yang telah kalian buat. Hanya saja, aku tak ingin menghancurkan apa yang sudah terlanjur indah.
Kamu tak akan pernah paham betapa berat rasanya menahan diri untuk memelukmu atau bahkan mencium mu. Malam itu aku merasa ingin berubah menjadi wanita yang jahat atau simpel nya aku ingin menjadi sesuatu yang bisa memelukmu malam itu. Aku pikir bersama dengan mu hari itu tak mengubah apapun atau tak menciptakan rasa apapun, namun mengapa yang kurasa justru berbeda dari apa yang aku bayangkan ? aku mati - matian mengingatkan diri ku tentang posisi ku. Aku mati - matian menahan diriku untuk tidak melihat mata mu atau sekedar memegang tangan mu. I still remember how it felt the first time you put your arms around me.
Menurutmu, kita cinta yang tepat di waktu yang salah. Tapi bagi ku, bukan waktunya yang salah tapi memang aku nya aja yang bukan buat kamu. Karena dari awal kedatangan ku aku hanya merusaak apa yang sudah ada. Sampai aku jatuh terlalu dalam. Dan ketika aku mulai menganggap semua nya serius, kamu justru malah meninggalkan ku.
Pas ada yang tanya ke aku " Do you still love him " aku cuman bisa tanya balik dengan jawaban kamu benci sama hujan ga ? meskipun dia bikin kamu susah tapi kamu selalu nunggu datengnya hujankan ?
Terimakasih malam itu telah datang menyelamatkan ku dari waktu yang salah. Aku tahu pertemuan kita itu salah, tapi berkat kamu. Aku jadi lebih paham kalau aku lebih berarti dari apapun. Terimakasih telah singgah malam itu, kamu menghapus semua rindu dan tanda tanya ku selama ini. Terimakasih telah singgah sebentar untuk menemaniku, menghapus luka ku dan mengobatiku walaupun akhirnya kau sakiti lagi. Terimakasih sudah menjadi orang yang paling mengerti aku. Terimakasih karena hari itu membuat ku sadar kalau rasa itu masih ada dan harus aku kubur. Terimakasih karena masih tetap ingin berteman dengan ku. Sentuhan hangat mu malam itu cukup membuat ku,,, entahlah.
Aku berdoa untuk kebaikan mu dan kehidupan mu. Kelak aku berharap semua ini tak berhenti samapai disini. Aku ingin kita tetap menjadi teman yang bisa saling menguatkan.
Dan terimakasih telah datang meskipun hanya untuk pergi lagi.
Komentar
Posting Komentar