Dari aku yang bahagia meski tanpa mu.
Sekeras apapun aku berusaha, sepertinya kita memang akan menjadi dua kubu yang tidak pernah bersatu. Mungkin kau memnag yang aku mau, tapi Tuhan tahu mungkin kamu bukan yang aku perlukan sekarang. Semisalnya waktu itu semestra tidak membiarkan kita saling mengenal satu sama lain dengan baik, aku ingin memaksanya agar aku tetap dibiarkan untuk bertemu meski tanpa mengenal. Jika tahu pada akhirnya akan ada luka yang menggores hatiku akibat mengenal mu, aku bukan ingin marah pada semesta tau kamu. Melainkan pada hatiku yang dengan lancang jatuh padamu begitu saja. Aku tidak menyesal, hanya saja hatiku terlalu ceroboh dengan menjatuhkan diri di jurang yang gelap tanpa tahu ada apa di dalamya. Begitu bodoh dan lugu, hingga saat luka itu berhasil menggores pada hatiku saja aku jawab, "Aku tidak apa-apa" Kalau sudah begini aku harus apa ? Meskipun akhirnya menyakitkan, meskiupun setelah semua yang aku berikan kamu hanya membalasnya dengan sakit dan luka, di cerita singkat itu aku me...