Sakit yang bikin enak


Masuklah ke kamar mu dan kunci pintu nya rapat. Siapkan dirimu untuk ku. Dan katakalah jika kamu sudah siap. Ini akan terasa sakit di awal tetapi aku yakin ini akan terasa enak setelahnya, biasakanlah dirimu dengan ku.

Ini tentang bagaimana perlahan - lahan kamu mulai melupakan gambaran wajahnya. 

Warna mata nya, bentuk alisnya, tegasnya garis rahangnya atau bibirnya yang saat itu menurut mu membuatnya semakin terlihat manis dan membuatnya menarik. 

Banyak orang berkata bahwa orang yang menggunakan otak kanannya lebih aktif daripada otak kiri nya, akan lebih mudah mengingat wajah daripada nama. 

Namun, tampaknya hal ini tidak berlaku untuk mu. Aku tak lagi hafal dengan setiap sisi lekuk wajah atau tampak mu. Sekarang semuanya terasa samar - samar. Namun, entah mengapa aku masih sangat hafal dengan nama mu. Nama panjangmu, kebiasaan mu, cara bicaramu, caramu berpakaian, cara mu menghujani ku dengan ciuman di keningku, cara mu tertawa, bahkan cara mu menghisap vape mu atau rokok malboro kesukaan mu. 

Aku hampir melupakan bentuk mu jika saja aku dengan tidak sengaja membuka galeri dan melihat foto mu disana. 

Gambaran saat dahulu kamu mengoda ku dengan banyak kata manja dan menggiurkan, pujian yan selalu membuat ku melayang. Harumnya bunga yang saat itu kamu berikan untuk ku pun sampai saat ini masih dapat ku cium. 

Aku tak dapat lagi mengingat paras mu yang tampan. Tapi aku masih menyimpan semua memoar singkat yang membuat ku bahagia dari awal pertemuan kita sampai dengan akhirnya kamu memutuskan pergi tanpa pamit. Kamu memilih untuk pergi dengan dia yang memang terlihat lebih pantas bersanding dengan mu. 

Menarik. Karena seharusnya aku yang melepaskanmu pergi bukan kamu. Tapi, semua hal yang pernah kita rencanakan adalah misteri Tuhan bukan ? 

Untuk mu di sana, aku berdoa untuk kebahagiaan mu bersama dengan wanita yang saat itu kamu sering kali ceritakan di setiap perjalanan kita. Berbahagialah karena aku juga sedang mencari bahagia ku yang telah kau hancurkan. 

Kamu tahu, ini sakit. Tapi sakit ini terasa enak. Karena aku bisa melihat mu bahagia meskipun tidak dengan ku. Klise memang tapi, inilah aku yang berusaha untuk lebih ikhlas dengan semua urusan mu. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

To the One I Haven’t Met Yet,

I Hope You're Happy

De Jure and De Facto