Akhir

Begini, 
Yang aku ingat, sampai dengan detik ini saya masih terus berlari mengejar mu dan memelukmu. Tentang lelahnya kamu tak perlu tau aku hanya dapat terus berharap sang pencipta memberikan ku kekuatan untuk terus dapat berlari menuju kamu. 

Kalau bahas soal mantan, aku pasti bahas dari sudut pandang yang ditinggalkan. Karena dari sekian percobaan, aku adanya di pihak yang melulu ditinggalkan. Bukan nya aku ga pernah belajar tapi barangkali mungkin memang begitulah sejatinya alur kehidupan percintaan. Kalau bukan kita yang nyakitin ya kita yang disakitin. Kalau kita ga mau ninggalin ya kita yang di tinggalin. 

Tapi perpisahan itu ga selalu buruk tau. Bisa jadi dengan berpisah malah hubungan yang tadinya buruk malah jadi membaik. Meskipun banyak yang malah sebaliknya, maksudnya  ya bisa aja hubungan yang tadinya baik bisa jadi buruk. Banyak yang seperti itu. Entah karena terlalu banyak kemungkinan dari perpisahan atau mungkin karena ya memang sudah yakin kalau tidak ada yang bisa di teruskan dari hubungan tersebut dan akhirnya memilih untuk menyudahi nya agar keduanya tak jadi tersakiti. 

Kalau boleh jujur, sebenernya aku masuk ke tipe orang yang juga suka memelihara luka. Maksud ku, kadang - kadang selepas perpisahan aku masih terlalu sengaja buat nginget - nginget kejadian atau kenangan bersama dia. 

Ya habis gimana ya,  kadang manusia itu emang begitu. Terlalu suka memelihara hal-hal yang menyakitinya.  Hal - hal yang membuat luka tuh selalu menjadi bagian yang paling menyenangkan dan menyengarkan yang entah kenapa kita seneng aja gitu luka nya bertahan untuk waktu yang lama. Menarik kan. Kamu berani mengakui hal ini juga ? aku berharap iya. Aku berharap kamu jujur dengan hati mu. Tenang saja mengakui hal itu tidak membuat mu menjadi seperti orang yang terlihat lemah atau menyedihkan. Tapi justru sebaliknya.

Memelihara luka gitu emang kadang ga baik dan terlalu buruk mungkin. Tapi, bagi orang - orang yang kisahnya usai disaat cintanya belum selesai, memelihara luka itu adalah upaya menenangkan diri sendiri. Kita suka dengan segaja mengingat - ingatnya, bukan lain adalah demi tetap bisa ngeliat dan ngerasa deket dengan dia. Biar seolah - olah dia tuh masih ada di sekitar kita ada disekeliling kita. Itu yang sering banget semua orang lakukin yang susah di ajak MOVE ON. Kenapa ? ya karena dia bukannya bunuh kenangan itu tapi justru malah dia menghidupi kenangan itu, ya biar dia tuh terbawa ilusi semu kalau orang yang dia sayang itu ga pernah nyakitin dia. Itu salah satu teknik bertahan paling dasar. 

Tetap mengingatnya dan merasa dekat dengan dia adalah salah satu upaya termudah untuk bisa memeluk dia begitu selamanya. Bahkan kadang - kadang, gak cuman nginget - nginget aja kok. Ada kalanya sampai di tahap stalking semua media sosialnya dan bikin dia notice dan tau kalau kamu masih checking on him. Kamu lakuin itu buat bikin hati kamu tenang karena kamu penasaran dan khawatir dengan keadaan dan kondisi nya ya kan ? terus kamu juga penasaran dia baik - baik aja atau engga setelah tidak dengan kamu, terus kamu juga penasaran sama hari nya, gimana kabarnya, terus apa aja yang dia laluin hari itu. Ada kalanya juga kamu pasti dengan sengaja bikin post atau ngelike/retweet sesuatu yang buat dia ke 'senggol' atau yang 'ngena' banget cuman buat ngode dan berharap kalau dia baca. Ada juga deh pasti yang tetep stay di ruang chat kalian hanya untuk ngeliat dia online atau engga buat mastiin yang sebenernya ga pasti dan ga mungkin terjadi lagi. Karena hanya dengan cara itu kamu bisa tenang kan ? 

Nah ! paling terasa sakit lagi kalau kalian liat dia online tapi ternyata online nya dia bukan buat kamu lagi. 

Dan kalau ada yang bilang gini : "ngapain sih masih inget - inget orang yang udah nyakitin ? udahlah lupain aja kayak ga ada yang laun aja. Manusia di bumi itu lebih dari 10 juta jiwa jangan kayak orang susah" 

Biarin aja kasih aja mereka senyuman termanis dan terbaik yang pernah kamu punya. Sebab, percuma kamu jelasin kenapanya ke orang yang hanya ingin tau atau sok tau atau seolah mengerti. Mereka jelas ga pernah tau seberapa berdarah nya luka kamu. Jadi kamu jangan repot - repot jelasin ke orang - orang kayak gitu. Dia ga ikut ngerasain apa yang kamu rasain dan dia ga tau aja kalau melupakan itu bukalah perkara yang mudah, menggantikan seseorang yang pernah menuntun kita bahagia itu juga bukan sesuatu yang mudah. Ada yang perlu sembuh dulu, dan caranya bukan dengan mendengar omongan yang begitu - begitu. Keep your ear from toxic word. 

Selalu ada perasaan takut buat mulai lagi, buat menggantikan orang yang pernah kita anggap segalanya yang pernah jadi pendengar segala cerita kita, yang bisa menemani kita dalam segala hal yang kamu lalui sama orang itu. Kesedihan itu membuat kita ga mau pergi dan bikin kita ketakutan akan banyak hal yang belum tentu terjadi. Dan karena ketakutan itu lah kita jadi sulit maafin diri sendiri dan melangkah maju. 

Kita ini tidak pernah terlatih dan layak disebut berbakat dalam hal melupakan. Tapi, terlepas dari semua itu. kita sebenarnya tau dan sadar cinta itu baik dia tidak jahat. Dia tulus, dia baik dia panjang sabat, dia murah hati, dia sederhana. Cara orang memakai nya dan memaknai nya yang kadang membuat cinta itu terasa buruk dan salah. 

Dan buat kalian semua yang sekarang lagi masa proses pemulihan dari pahitnya patah hati, aku cuman mau bilang kalau you got this ! ga ada yang salah dengan patah hati untuk yang kesekian kali, ga ada yang salah dengan hancur kembali. Semua proses perjalanan itu menjadikan kamu semua semakin kuat dalam hal cinta. if you lose yourself over someone you really love, one day he will lose him self trying to get you back. 

Don't be panic ! the universe got your back !

Komentar

Postingan populer dari blog ini

To the One I Haven’t Met Yet,

I Hope You're Happy

De Jure and De Facto