Pernah Jatuh Hati
Pernah jatuh hati,
rasanya tidak ada perasaan yang selain rasa seperti ini. Bagai musim semi setelah dingin yang menyelimuti, seperti rintik hujan yang merebah dan jatu ke tanah. Perasaan yang dihasilkan oleh berbagai kata orang, penyair namun tetap saja imajinasi kita terlalu rendah dalam menggambarkan keindahannya.
Pernah jatuh hati,
Pada seseorang yang dikagumi tetapi memilih diam. Tak bersuara tapi memilih riuh redam di keheningan malam di dalam tenangnya sajak doa.
Pernah jatuh hati,
pada sekilas pandang namun, akhirnya memilih untuk menundukkan pandang karena takut saling bertemu mata.
Pernah jatuh hati,
pada kedekatan namun memilih menjauh agar hati terselamatkan karena enggan untuk terluka untuk kesekian kali.
Pernah jatuh hati,
pada kebersamaan namun memilih untuk sadar bahwa sesungguhnya ia perasaan yang mampu menipu dan menyesatkan.
Barangkali, kita adalah kemungkinan yang tidak pernah diamini semesta. Bagaimana pun kita berusaha, 'bersama' tidak pernah sampai dalam cerita kita. Kita seakan hanya ditakdirkan sebagai dua orang yang saling memunggungi rasa.
Barangkali kamu hanya diselipkan semesta untuk sebuah makna. Tentang merelakan, tentang kehilangan meski kau tak pernah menjadi rumah.
Berdoalah,
Sebut namaku siapa tahu pada akhirnya Tuhan setuju dan membuat semua keadaan semakin jadi mudah.
Wanita itu berkata, aku tau kita tak bisa memilih kepada siapa kita bisa jatuh cinta , tetapi bukankah kita selali bisa memilih siapa yang harus dicintai ?
Setelah kebersamaan dan pengorbanan ku selama ini, tidak kah semua itu cukup menjadi alasan untuk mu dapat mencintai aku ?
Wanita itu bahkan pernah bertanya kepada dirinya sendiri tentang pernahkah dia jatuh hati kepada orang yang betul - betul mencintainya ? bukan hanya kepada orang yang menginginkan dia menjadi obat penawarnya, bukan juga kepada orang yang mencari pertolongan kepada wanita itu, terlebih bukan juga kepada mereka yang meminta dia untuk mejadi 'alat' mereka.
Lalu lagi - lagi wanita itu menciptakan tanya untuk dirinya sendiri,
Pernah kah dia jatuh hati kepada pria yang ketika dengan nya, pria itu mencintai cara wanita itu mencitainya dan memberikan ketulusannya. Percayalah kebanyakan pria terkadang tidak benar - benar mencitaimu. Mereka hanya mencintai bagaimana seoarang wanita mencintai pria itu.
Dan lagi - lagi dengan tegas wanita itu berkata dalam hatinya. Barangkali perasaan pernah jatuh cinta ini hanya akan membawanya kembali kepada keterpurukan. Ataubisa jadi semua pengalaman jatuh hatinya hanya akan menjadi pelajaran, bahwa tak semua jatuh ada obatnya. Dan semua barangkali ada jawabannya.

Komentar
Posting Komentar