Kata Orang

Pernah kamu bertindak diluar nalar ? atau dikendalikan oleh hatimu ? bukan dengan otak mu ?

Aku pernah dengan bodohnya namun berkata bahwa aku pintar dan tidak jatuh cinta. Aku pernah dengan bangga nya bercerita kepada teman - teman ku bahwa aku meluangkan waktu ku bahkan uang ku hanya untuk mendengarkan nya bercerita tentang bagaimana bahagianya dia bersama seseorang di masa lalunya. Yang menurutnya dia sudah melupakan wanita itu. 

Kata orang, jika kita berpergian ke suatu tempat dan teringat dengan kenangan di masa lalu, ada dua hal yang bisa menyatakan apakah kita mencintai dia atau dia yang mencintai kita. Yaitu, ketika kita mengenangnya hanya kenangan manis yang ada di kepala kita tanda nya kita mencintai dia. Namun, jika terjadi sebaliknya tandanya dia mencintai kita. 

waktu itu, aku ingat betul kamu selalu berkata bahwa kamu beruntung karena memiliki aku dan menemukan ku. Iya, malam itu saat aku diam - diam menangis karena ucapan mu. Aku menangis sambil memikirkan ribuan kemungkinan yang mungkin hadir bersamaan dengan setiap ucapan manis mu di pertemuan kita ataupun di perbincangan kita. 

Percayakah jika aku yang berkata bahwa akulah yang bahagia karena menemukan mu, ribuan syukur tak putus aku ucapkan kepada Dia sang pencipta yang dengan baiknya memberikan kamu kepadaku. Aku beruntung karena kita dipertemukan, kamu tidak menemukan aku atau sebaliknya. Aku beruntung pernah dipinjamkan kamu. Aku beruntung sempat mengenal mu, menjalin hubungan mu. Aku beruntung sempat dapat memeluk mu, sempat menciumu, sempat menggengam tangan mu, sempat merasakan hangat nya pelukan dan kasih dari mu. Dan aku beruntung sempat merasakan rasa khawatir mu saat aku mendadak tidak ada di pandangan mu. 

Aku beruntung sempat kembali menjadi diriku yang lama ketika bersama dengan mu, meskipun akhirnya aku harus kembali hilang. Aku beruntung jalanan jakarta saat itu lenggang karena aku bisa melihat kota jakarta dengan indah bersama dengan mu sore itu. Aku beruntung pademi itu dapat membuat ku sedikit lebih lama menghabiskan waktu ku dengan mu. 

Jika kamu bertanya apa yang ingin aku putar kembali ? jawab ku masih sama, waktu bersama mu. Aku ingin menghabiskan waktu bersama mu lebih lama lagi. Atau apapun akan aku lakukan untuk sekedar menghabiskan sedikit waktu ku lebih lama bersama mu tanpa memikirkan setiap kemungkinan buruk yang mungkin terjadi di antara kehidupan kita berdua. Aku ingin tengelam di pelukan mu lebih lama tanpa harus diam - diam menahan tangis. Aku ingin lebih lama menikmati senyuman mu tanpa harus diam - diam merasakan sakit. Aku ingin lebih lama bersama mu.

Hanya saja kali ini, aku berjanji aku akan berdoa dengan lebih keras, berusaha lebih keras, berjuang lebih keras untuk memberikan mu ribuan alasan untuk tetap tinggal. Kali ini, aku tidak akan membiarkan otak ku berpikir untuk setiap kemungkinan - kemungkinan buruk yang ada. Kali ini aku tidak akan membiarkan hati ku berucap dalam hening "Kamu, satu hal yang sering aku amini paling keras dan wujud dari usaha ku yang sia - sia" 

Sia - sia karena seberapun keras nya aku berusaha, kamu tetap bukan lah untuk ku. Aku harus bagaimana jika aku sangat menginkanmu untuk tetap tinggal dan menetap namun hatiku berkata sudah, aku memang butuh kamu tapi aku merasa aku bukan lah untuk mu. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

To the One I Haven’t Met Yet,

I Hope You're Happy

De Jure and De Facto