Tentang Kita yang Kita Menjadi asing
Tentang kita yang akhirnya menjadi asing
Dan akhirnya, kita berubah kembali menjadi dua orang asing yang seolah tak pernah bertemu. Kamu menghilang dari pandangan ku. Begitu pun aku yang menghilang dari pandangan mu. Aku rasa kamu memutuskan itu untuk yang terbaik bukan ? Jika ya, dengarlah sedikit alasan mengapa aku mencoba menghilangkan jejak ku. Namun, jika kamu menghilang karena akhirnya kamu menemukan cintanya lagi seperti yang mungkin kamu selalu inginkan. Maka menurut ku, aku tak perlu repot-repot untuk menceritakan alasanku.
Dulu kita pernah berjanji untuk tidak menghilang atau memblokir tali silaturahmi. Tapi maaf aku tak bisa melihat mu dengan nya. Aku tahu kamu bahagia namun, dia berdiri di tempatku saat itu.
Aku paham betul bahwa aku yang salah karena merebut cintanya. Aku yang salah menjatuhkan hatiku kepadamu. Dan aku yang salah karena menginginkan milik orang lain. Sampai dengan saat ini aku masih terus menyalahkan diriku karena hal itu. Tapi, dilain pihak aku merindukan mu semua hal baik diantara kita, pertengkaran konyol kita, perjalanan keliling kota, pecel lele pinggir jalan, McD Hayam Wuruk, Bandung, caramu menggenggam ku dan menciumku. Semuanya.
Percayakah kamu jika aku katakan kepadamu bahwa pernah suatu kali ketika aku sedang dalam perjalanan menuju Bandung aku teringat dirimu dan aku menangis tersendu ?
Bodoh ? Iya haha. Aku yang tak mudah jatuh dan tak mudah melupakan. Maafkan aku yang masih terus mengingat mu bahkan dalam setiap doaku dan ceritaku.
Singkatnya, aku memilih sendiri karena aku masih bahagia dengan semua kenangan kita. Dan yang lebih bodohnya dari semua pria yang mendekati ku tidak ada satupun yang bisa mengubah perasan ku. Aku menetapkan standar ku di kamu mungkin itu salah satu alasan mengapa aku masih sendiri.
Tentang kita yang kembali menjadi asing. Aku tak ingin berkomentar apapun. Biarlah itu keputusan mu. Tapi aku sudah berjanji pada diriku, hatiku dan Tuhan di tanggal yang sudah kita tetapkan aku akan menemuimu.
Tentang mengapa aku memutuskan jalan kita, biarlah seperti ini dulu, aku akan menghubungi mu jika aku sudah siap dan hatiku mulai bisa menerima kenyataan bahwa kamu kembali padanya. Itupun jika kamu masih mau aku hubungi.
Jadi kumohon berbahagialah, biarkan aku dengan sepotong kisah dan foto satu-satunya yang kita ambil dimobil mu itu menjadi kenangan untuk ku.
Katanya jika masih ada air mata yang jatuh ketika tiba - tiba kenangan menabrak mu dengan kasar. Itu tandanya kamu belum bisa pergi darinya. Percayalah waktu akan menjawab apakah kamu harus pergi atau bertahan. Kuatkan hatimu dan percayalah Rencana Tuhan baik untukmu
Dan akhirnya, kita berubah kembali menjadi dua orang asing yang seolah tak pernah bertemu. Kamu menghilang dari pandangan ku. Begitu pun aku yang menghilang dari pandangan mu. Aku rasa kamu memutuskan itu untuk yang terbaik bukan ? Jika ya, dengarlah sedikit alasan mengapa aku mencoba menghilangkan jejak ku. Namun, jika kamu menghilang karena akhirnya kamu menemukan cintanya lagi seperti yang mungkin kamu selalu inginkan. Maka menurut ku, aku tak perlu repot-repot untuk menceritakan alasanku.
Dulu kita pernah berjanji untuk tidak menghilang atau memblokir tali silaturahmi. Tapi maaf aku tak bisa melihat mu dengan nya. Aku tahu kamu bahagia namun, dia berdiri di tempatku saat itu.
Aku paham betul bahwa aku yang salah karena merebut cintanya. Aku yang salah menjatuhkan hatiku kepadamu. Dan aku yang salah karena menginginkan milik orang lain. Sampai dengan saat ini aku masih terus menyalahkan diriku karena hal itu. Tapi, dilain pihak aku merindukan mu semua hal baik diantara kita, pertengkaran konyol kita, perjalanan keliling kota, pecel lele pinggir jalan, McD Hayam Wuruk, Bandung, caramu menggenggam ku dan menciumku. Semuanya.
Percayakah kamu jika aku katakan kepadamu bahwa pernah suatu kali ketika aku sedang dalam perjalanan menuju Bandung aku teringat dirimu dan aku menangis tersendu ?
Bodoh ? Iya haha. Aku yang tak mudah jatuh dan tak mudah melupakan. Maafkan aku yang masih terus mengingat mu bahkan dalam setiap doaku dan ceritaku.
Singkatnya, aku memilih sendiri karena aku masih bahagia dengan semua kenangan kita. Dan yang lebih bodohnya dari semua pria yang mendekati ku tidak ada satupun yang bisa mengubah perasan ku. Aku menetapkan standar ku di kamu mungkin itu salah satu alasan mengapa aku masih sendiri.
Tentang kita yang kembali menjadi asing. Aku tak ingin berkomentar apapun. Biarlah itu keputusan mu. Tapi aku sudah berjanji pada diriku, hatiku dan Tuhan di tanggal yang sudah kita tetapkan aku akan menemuimu.
Tentang mengapa aku memutuskan jalan kita, biarlah seperti ini dulu, aku akan menghubungi mu jika aku sudah siap dan hatiku mulai bisa menerima kenyataan bahwa kamu kembali padanya. Itupun jika kamu masih mau aku hubungi.
Jadi kumohon berbahagialah, biarkan aku dengan sepotong kisah dan foto satu-satunya yang kita ambil dimobil mu itu menjadi kenangan untuk ku.
Katanya jika masih ada air mata yang jatuh ketika tiba - tiba kenangan menabrak mu dengan kasar. Itu tandanya kamu belum bisa pergi darinya. Percayalah waktu akan menjawab apakah kamu harus pergi atau bertahan. Kuatkan hatimu dan percayalah Rencana Tuhan baik untukmu
Komentar
Posting Komentar