Memoar ku


Hate to say that I’m lonely

Hate to say that I miss you

Hate to say that it’s dark in here

But it’s true, oh


Bad habit, I know

But I’m needin’ you right now

Can you help me out?

Can I lean on you?

Been one of those days

Versuri-lyrics.info

Sun don’t wanna come out

Can you help me out?

Can I lean on you?


- BennP
















"Bertahanlah ! Bertahanlah sebentar saja katanya, aku butuh waktu untuk menyelesaikan semuanya. Aku harus mempersiapkan tempat untukmu, aku perlu membersihkan semuanya agar mulus jalanmu" katanya sambil menatap mataku lekat. Aku membuang muka. Aku tak ingin terlihat lemah. Meskipun dalam hati aku menyimpan ribuan gelisah ribuan air mata.



"Sampai kapan ?" Jawabku menahan emosi. "Sampai kapan aku harus menunggu ditengah ketidakpastian ?"

"Aku sudah pasti untuk mu. Tapi bertahanlah sebentar saja. Aku mohon"



Bertahan.

Bertahan dari apa ? Bertahan dengan orang yang bahkan tidak tahu cintanya buat siapa ? Atau bertahan dengan keadaan yang sama sekali tidak menguntungkan ?



"Kasih aku waktu. Berapapun kamu kasih aku akan lakukan" ujarnya semangat. Matanya memohon. Dia tak ingin aku pergi. Itu pasti.

" Tidak ! Aku tak akan memberi batasan. Terserah take your time." Aku menarik nafas panjang. Mengisi paru - paru ku agar jantungku dapat bergerak dengan baik.

" Aku janji jika tak bisa lagi aku pasti akan katakan."



Berjalan di kegelapan bukanlah hobi ku. Menunggu sesuatu yang tidak pasti juga bukan hobby Ku. Tapi kali ini aku bertahan, bertahan tanpa pegangan bertahan dengan air mata, bertahan dengan kerapuhan, bertahan dengan ketidakpastian. Dia bahkan tak menuntunku.



Bagian dari masa lalu.

Masa lalu itu menurut kalian apa ?







Sesekali Bunga akan bertanya pada siapa saja yang berada di sekitarnya perihal bagaimana ia akan bertahan hidup jika tanpa Surya. Lantaran Bunga tahu betapa bermaknanya Surya untuk tiap-tiap detik yang berdetak di hidupnya.



Bunga paham bahwa ia telah lama jatuh cinta pada Surya. Tak pernah mendamba balas, karena memang hal itu tak akan pernah jadi realitas. Bunga kira cukup begini saja: Surya tak pernah berhenti menyinarinya hingga ia merekah, maka cintanya pada Surya tak akan pernah pukah.



Lantaran, pikir Bunga, bukankah ada beberapa cinta yang hanya bisa dinikmati kehangatan tak langsungnya, namun tak pernah bisa kita dekap figurnya?







Padamu.



Ada harapan bahwa hubungan ini akan bertahan selamanya. Melewati masa yang tak perlu hebat untuk diukir sejarah. Hanya perlu kamu di sana. Dengan jutaan alasan bertahan dan mencoba percaya jika kita pasti saling ada.



Padamu.



Diri ini ingin bertanya. Jika berkenan bolehkah aku meminta? Sudikah kiranya kamu juga memiliki perasaan yang sama? Mengikatku dalam bahagia dan menjauhkan segala lara.



Padamu.



Kuyakin akan berjanji. Walau sekian sayang mengisi hati, hanya namamu yang terpatri. Ingatan dan bayangmu selalu didamba oleh diri ini. Bersyukur berkali-kali saat sosokmu hadir untuk menemani.



Padamu.



Selalu ada hari esok yang menyenangkan. Lalu pelan-pelan masa sulit itu terlupakan. Memupuk kepercayaan. Dan memandang perpisahan dengan enggan.



Dan padamu.



Aku selalu merasa lebih di antara kekurangan. Aku selalu bahagia walau lara. Aku bebas lepas walau sedang terjerat dan diikat. Kerelaan utuh yang kutujukan padamu dengan ikhlas boleh membelengguku. Karena kamu bahagiaku, laraku, sukaku, sesakku, dan apa pun yang selalu aku terima dalam ketidaksempurnaanku.



Babe, the only reason why I don't have many pictures on my phone is because my love is kind a old fashioned love. I just have our memories stored in my head. Nowadays lovers have selfies, voice notes, texts, cinema receipts, gift and eachother favourite fragrance but we don't. But I still have a lot more pricely than those thing.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

To the One I Haven’t Met Yet,

I Hope You're Happy

De Jure and De Facto