Almost mean Almost
"Almost, almost is never enough
So close to being in love
If I would have known that you wanted me
The way I wanted you
Then maybe we wouldn't be two worlds apart
But right here in each others arms"
Ariana Grande - Almost is Never Enough

tidak ada yang indah dari kata 'hampir'. Seperti hampir kenyang berarti belum kenyang, hampir pingsan berarti hampir pingsan, hampir mati berati kamu hampir kehilangan nyawamu. Dan yang paling menyedihkan adalah ketika kamu hampir mencintai, atau hampur menjadi sepasang kekasih.
menurut mu mana yang paling menyedihkan ? hampir menjadi kekasih bukan ? ketika kalian berdua yakin bahwa kalian akan menjadi sepasang kekasih namun, nyatanya kalian hanya menjadi seperti air dan minyak. Bersama memang tapi sulit untuk bersatu. Bukan tak mungkin namun mereka tetap hidup berdampingan. Dan aku berharap bukan itu yang terjadi antara aku dengan dia.
Aku ingin seperti air dan minyak dengan nya. Kita berbeda susah untuk bersama namun bagaimanapun caranya namun, kita selalu mencari cara untuk bersatu. Meskipun harus digoncang meskipun harus dipakai untuk sesuatu yang lain agar bisa bersatu. Intinya mereka bisa bersatu. Sulit tapi bukan tak mungkin.
Hampir juga bisa berarti kamu sudah sempat menggantungkan harapan mu dan harapan nya untuk dapat bersama. Hampir juga berarti kamu yang sudah jatuh cinta padanya namun ada keadaan atau kondisi yang membuat mu harus berkata, maaf aku rasa aku harus menghentikannya. Entah sejenak atau selamanya.
seperti halnya buku, jujurlah apa yang kamu lihat pertama kali saat kamu datang ke toko buku ? bohong kalau kalian tidak melihat judulnya dulu. Semua orang tertarik dengan cover yang menarik, judul yang eye catching dan buku - buku yang menurut orang - orang best seller. Dan i was the book that you decided not to finish. Actually this is what we should do, we shouldn't give up on the ones we love. we fight like hell until there's nothing left to give. This is how we should love one another.
Karena meskipun sakit, meskipun sulit meskipun susah, aku tetap berjuang mempertahankan ego ku yang masih menginginkan mu. Menggengammu dengan erat saat kita duduk berdampingan di mobil mu. Aku yang selalu berusaha untuk menggapai tangan mu meskipun aku merasa kamu pasti kehilangan fokus mu setiap kali aku berusaha untuk menggenggam tangan mu. Tapi, genggaman tangan mu selalu menyejukkan dan membuat segala resah ku seharian hilang. Dengan mu aku menemukan nyaman yang sebenarnya peluk mu yang hangat mampu menguatkan atau lebih tepatnya sosok mu mampu menerima ku apadanya.

Kau tahu, jika bisa aku kembali mengambil semuanya. Segala rahasia yang aku bagi, segala tawa yang ada, tangis dan duka serta segala peduli yang berlebihan. Aku ingin kembali menjadi aku yang dulu yang belum mengenal kamu. Asing dan bahagia, aku tak akan pernah kuat jika harus bertahan sendiri setiap malam tersiksa begini.
Lalu, setelah hampir pasti kata selanjutnya yang mengikuti adalah kehilangan.
Apa yang terlintas di kepala mu saat bicara tentang kehilangan ?
Kalau aku, kehilangan itu adalah melepaskan sesuatu yang hampir tergenggam atau melepaskan sesuatu yang sudah tergengam. Tidak ada yang mudah dari kata melepaskan. Semua butuh ke ikhlasan.
Kamu pernah merelakannya sesaat, tapi nyatanya waktu terasa bergulir sangat lambat dan hatimu sangat ingin untuk kembali. Akhirnya kamu pun mengikhlasakannya lalu perlahan mencoba untuk menyerahkan semua tentangnya hanya kepada-Nya. Dan menurutku yang paling membuat kita merasa takut kehilangan adalah karena rasa nyaman yang tidak bisa digantikan oleh yang lain. Perasaan yang hanya muncul ketika kita bersamanya. Perasaan yang hanya muncul ketika orang yang kita sayang berada di dekat kita. Dan meskipun itu berat aku pikir alasan kenapa kita selalu memegang sesuatu begitu kuat adalah karena we fear something so great won't happen twice. Dan itu yang kurasakan untuknya. Dia yang memberikan ku warna setelah selama ini aku sibuk mencari yang bisa membuatku merasakan apa yang dahulu aku rasakan.
Tapi dari semua itu aku percaya satu hal. Cinta tak akan dtadat pada yang mencari, cinta datang kepada mereka yang siap menerima. Dan sampai detik ini aku masih siap untuk menerimamu. Biarlah rasa ini kusimpan sendiri. Silahkan kau pergi, perbaiki hatimu dan pikiran mu. Aku akan tetap disini tanpa mengurangi atau mungkin nantinya akan bertambah entah bagaimana pun caranya. Urusan kamu kembali atau tidak, biarlah menjadi urusan mu saja dan keputusan mu aku tak akan ikut campur. Aku hanya tetap akan menyiapkan tempat yang nyaman untuk mu, itupun jika kamu telah menentukan piliahnmu atau lelah dan ingin kembali. Mungkin jika semesta berkehndak iya kita bisa memulai semuanya kembali dari awal.
Maaf jika aku tidak bisa mencintaimu secara sempurna saat itu. Yang paling membuatku sulit melepasmu hanya ketika kamu menunjukkan sisi terlembutmu ketika bersama ku bahkan ketika aku sangat membenci diriku sendiri. Jika berjuang saat itu sesakit ini harusnya aku tak pernah memulai jika ternyata aku hanya menemani mu saat kamu kesepian dan ternyata dia yang kamu nanti. Jika kamu terus menantinya pulang maka kembalilah kepelukannya.
Dalam keadaan seperti ini pun aku berharap 6 month from now or 1 year or 5 year from now you stumble across me when i've grown out of you and finally, after not seeing me for all this time the love that we haven't finish yet still there.
Dan, jika kamu ada waktu mampirlah lihatlah betapa hebatnya aku berpura - pura dan menahan rindu yang semakin besar :)
Jika kamu lelah ingatlah kamu selalu bisa menemukan ku, namun jika ingin mu masih aku atau jika dihatimu namaku masih tertulis :)
P.s Terimakasih untuk singgah dan membuat nyaman meski sementara
Dari aku yang masih akan terus menjaga rasa ini sampai aku lelah. Tapi, aku akan menjaga janjiku untukmu.
So close to being in love
If I would have known that you wanted me
The way I wanted you
Then maybe we wouldn't be two worlds apart
But right here in each others arms"
Ariana Grande - Almost is Never Enough

tidak ada yang indah dari kata 'hampir'. Seperti hampir kenyang berarti belum kenyang, hampir pingsan berarti hampir pingsan, hampir mati berati kamu hampir kehilangan nyawamu. Dan yang paling menyedihkan adalah ketika kamu hampir mencintai, atau hampur menjadi sepasang kekasih.
menurut mu mana yang paling menyedihkan ? hampir menjadi kekasih bukan ? ketika kalian berdua yakin bahwa kalian akan menjadi sepasang kekasih namun, nyatanya kalian hanya menjadi seperti air dan minyak. Bersama memang tapi sulit untuk bersatu. Bukan tak mungkin namun mereka tetap hidup berdampingan. Dan aku berharap bukan itu yang terjadi antara aku dengan dia.
Aku ingin seperti air dan minyak dengan nya. Kita berbeda susah untuk bersama namun bagaimanapun caranya namun, kita selalu mencari cara untuk bersatu. Meskipun harus digoncang meskipun harus dipakai untuk sesuatu yang lain agar bisa bersatu. Intinya mereka bisa bersatu. Sulit tapi bukan tak mungkin.
Hampir juga bisa berarti kamu sudah sempat menggantungkan harapan mu dan harapan nya untuk dapat bersama. Hampir juga berarti kamu yang sudah jatuh cinta padanya namun ada keadaan atau kondisi yang membuat mu harus berkata, maaf aku rasa aku harus menghentikannya. Entah sejenak atau selamanya.
seperti halnya buku, jujurlah apa yang kamu lihat pertama kali saat kamu datang ke toko buku ? bohong kalau kalian tidak melihat judulnya dulu. Semua orang tertarik dengan cover yang menarik, judul yang eye catching dan buku - buku yang menurut orang - orang best seller. Dan i was the book that you decided not to finish. Actually this is what we should do, we shouldn't give up on the ones we love. we fight like hell until there's nothing left to give. This is how we should love one another.
Karena meskipun sakit, meskipun sulit meskipun susah, aku tetap berjuang mempertahankan ego ku yang masih menginginkan mu. Menggengammu dengan erat saat kita duduk berdampingan di mobil mu. Aku yang selalu berusaha untuk menggapai tangan mu meskipun aku merasa kamu pasti kehilangan fokus mu setiap kali aku berusaha untuk menggenggam tangan mu. Tapi, genggaman tangan mu selalu menyejukkan dan membuat segala resah ku seharian hilang. Dengan mu aku menemukan nyaman yang sebenarnya peluk mu yang hangat mampu menguatkan atau lebih tepatnya sosok mu mampu menerima ku apadanya.

Kau tahu, jika bisa aku kembali mengambil semuanya. Segala rahasia yang aku bagi, segala tawa yang ada, tangis dan duka serta segala peduli yang berlebihan. Aku ingin kembali menjadi aku yang dulu yang belum mengenal kamu. Asing dan bahagia, aku tak akan pernah kuat jika harus bertahan sendiri setiap malam tersiksa begini.
Lalu, setelah hampir pasti kata selanjutnya yang mengikuti adalah kehilangan.
Apa yang terlintas di kepala mu saat bicara tentang kehilangan ?
Kalau aku, kehilangan itu adalah melepaskan sesuatu yang hampir tergenggam atau melepaskan sesuatu yang sudah tergengam. Tidak ada yang mudah dari kata melepaskan. Semua butuh ke ikhlasan.
Kamu pernah merelakannya sesaat, tapi nyatanya waktu terasa bergulir sangat lambat dan hatimu sangat ingin untuk kembali. Akhirnya kamu pun mengikhlasakannya lalu perlahan mencoba untuk menyerahkan semua tentangnya hanya kepada-Nya. Dan menurutku yang paling membuat kita merasa takut kehilangan adalah karena rasa nyaman yang tidak bisa digantikan oleh yang lain. Perasaan yang hanya muncul ketika kita bersamanya. Perasaan yang hanya muncul ketika orang yang kita sayang berada di dekat kita. Dan meskipun itu berat aku pikir alasan kenapa kita selalu memegang sesuatu begitu kuat adalah karena we fear something so great won't happen twice. Dan itu yang kurasakan untuknya. Dia yang memberikan ku warna setelah selama ini aku sibuk mencari yang bisa membuatku merasakan apa yang dahulu aku rasakan.
Tapi dari semua itu aku percaya satu hal. Cinta tak akan dtadat pada yang mencari, cinta datang kepada mereka yang siap menerima. Dan sampai detik ini aku masih siap untuk menerimamu. Biarlah rasa ini kusimpan sendiri. Silahkan kau pergi, perbaiki hatimu dan pikiran mu. Aku akan tetap disini tanpa mengurangi atau mungkin nantinya akan bertambah entah bagaimana pun caranya. Urusan kamu kembali atau tidak, biarlah menjadi urusan mu saja dan keputusan mu aku tak akan ikut campur. Aku hanya tetap akan menyiapkan tempat yang nyaman untuk mu, itupun jika kamu telah menentukan piliahnmu atau lelah dan ingin kembali. Mungkin jika semesta berkehndak iya kita bisa memulai semuanya kembali dari awal.
Maaf jika aku tidak bisa mencintaimu secara sempurna saat itu. Yang paling membuatku sulit melepasmu hanya ketika kamu menunjukkan sisi terlembutmu ketika bersama ku bahkan ketika aku sangat membenci diriku sendiri. Jika berjuang saat itu sesakit ini harusnya aku tak pernah memulai jika ternyata aku hanya menemani mu saat kamu kesepian dan ternyata dia yang kamu nanti. Jika kamu terus menantinya pulang maka kembalilah kepelukannya.
Dalam keadaan seperti ini pun aku berharap 6 month from now or 1 year or 5 year from now you stumble across me when i've grown out of you and finally, after not seeing me for all this time the love that we haven't finish yet still there.
Dan, jika kamu ada waktu mampirlah lihatlah betapa hebatnya aku berpura - pura dan menahan rindu yang semakin besar :)
Jika kamu lelah ingatlah kamu selalu bisa menemukan ku, namun jika ingin mu masih aku atau jika dihatimu namaku masih tertulis :)
P.s Terimakasih untuk singgah dan membuat nyaman meski sementara
Dari aku yang masih akan terus menjaga rasa ini sampai aku lelah. Tapi, aku akan menjaga janjiku untukmu.
Komentar
Posting Komentar