I Am Your Support System





 

Baiklah, tetaplah demikian.

Tetaplah diam tanpa banyak kata.

Tetaplah hening dan mencoba menghapus luka.

Tetaplah hening dan menghapus cinta.

Percayalah ! Kamu tak'an bisa. Sekuat apapun kamu mencoba melupakan ! Jangan keras kepala melupakan itu tidak mudah. Buatlah semuanya mengalir dengan sederhana dan cantik. Jangan mengabaikan pesan ku. Jangan membiarkan aku duduk menunggu membalas pesan mu.



Biarkan semuanya berjalan dengan semestinya. Perihal melupakan merupakan yang paling rumit, memang. Tapi hati tahu kemana dia harus pulang.

Jika karena prinsip kamu harus melepas ku maka aku memahaminya sebelum kita melangkah kejauhan. Tapi bicaralah ! Bicaralah agar aku mengerti bahwa aku tidak bisa terus menerus membiarkan kamu jatuh cinta kepadaku.

Bicaralah ! Jangan berdiam diri !

Matahari yang menyinari pagi mu pagi itu memancarkan sinarnya dengan terik mengingatkan aku dengan kejadian hari itu, dimana kita menghabiskan waktu bersama dua hari lamanya. Dengan kamu yang berpakaian rapih dan tampan.



Aku masih bisa mengingat bagaimana otak ku selalu dan melulu berpikir tentang mu. Betapa bahagianya aku ketika dilayar handphone ku tertera namamu. Ketika hati ku buruk dan aku melihat namamu di layarku.



Percayalah ! Bahagiaku itu kamu.





Sekarang kamu ingin menghapus semua itu  ?

Maafkan aku tidak semudah itu. Aku membutuhkan waktu. Aku bukan kamu yang mudah lupa. Aku butuh waktu.

Aku mohon biarkan aku begini sampai aku bosan. Sampai aku mengerti bahwa keadaan memang tidak bisa di paksakan atau buatlah aku mengerti dengan caramu.



Mencintaimu tidak pernah menjadi sebuah kesalahan buat ku. Mencintaimu sesuatu yang menggembirakan sekaligus memabukkan. Jika kamu bertanya, menyesalkah aku pernah mengenalmu dan memberikan diriku seutuhnya kepadamu ? Jawabku tidak !

Aku mencintaimu tanpa tanda koma atau tanya, hanya titik.



Intinya aku mencintaimu. I do ! I do really like you.






Saat itu aku hanya takut mengungkapkan semua pertanyaan yang sebenarnya sudah ada di ujung lidahku. Karena aku sudah tau jawabannya, aku hanya tidak siap mendengar nya. Lalu katamu, bertanyalah jika itu terlalu mengganjal. Bertanyalah jika itu menyesakan. Aku akan menjawabnya dengan jujur.



Tapi nyatanya, aku bukanlah wanita yang dengan mudah bicara tentang perasaan ku. Aku memendam, aku menunggu, aku menunggu kamu mengerti. Aku menunggu kamu menyadari. Tapi, ketika akhirnya kamu menyadari itu aku telah jauh terjatuh dan terseok, aku terlalu jauh memendam perasaan hingga aku tidak lagi mengenali diriku.



Buatmu aku rela menjadi asing, untukmu aku rela menyakitu diriku sendiri, untukmu aku mengganti diriku, memasang topeng paling masuk akal lalu berubah menjadi manusia paling tidak masuk akal. Tapi, entah mengapa itu hanya terjadi belakangan ini saat gengaman kita mulai terlepas saat hatimu mulai menarik diri saat air mataku mulai jatuh dengan sederhana.



I was so happy around you, I feel safe, i found my happiness that's I couldn't found for many years behind. I feel alive ! And I can be myself whenever I around you. Maaf jika aku terlalu melekat dan terlalu manja aku hanya ingin menghabiskan banyak waktu dengan mu. Aku hanya ingin terus bersama kamu. Meskipun sekarang itu mustahil. Tapi aku percaya pada-Nya jika dalam buku ku Dia menuliskan nama ku dan namamu bersatu walau hanya sejenak maka semua akan terjadi. Aku hanya akan terus berdoa menyisipkan namamu untuk kebahagiaan mu, pekerjaan mu dan senyum mu. Ingatlah I am your support system




Komentar

Postingan populer dari blog ini

To the One I Haven’t Met Yet,

I Hope You're Happy

De Jure and De Facto