RINDU
Katanya merindu itu bahaya.
Katanya merindu itu bisa menyebabkan sakit jika tak tersampaikan.
Lalu, apakah arti sakit ku ini ? karena perasaan rindu yang tak sampaikah ? atau karena aku yang kurang menjaga kesehatan ku, lalu dengan bodohnya aku mengkaitkan nya dengan rindu ?
Baiklah, aku merindu. Ya jelas sekali kalau ini rindu. Rindu ku padamu yang belum tersampaikan
Atau mungkin lebih buruk lagi, tak dapat ku sampaikan
Rindu itu memang penyakit. Sembuhnya hanya dengan bertemu. Tapi, untuk bertemu dengan mu rasanya sulit.
Bukan hanya karena jarak kita yang jauh saja, semuanya mempersulit. Tak usahlah ku jelaskan secara detail apa yang mempersulitnya. Bagiku, saat inii bertemu dengan mu adalah hal yang sulit
Rindu itu menyiksa percayalah.
Rindu itu… aku tak bisa lagi mendefisinikan rindu. Intinya aku merindu
Sekali lagi ku katakan dengan lantang AKU MERINDU
Aku rindu kita yang dahulu dengan mudah pergi tanpa harus menyatukan segalanya. Aku rindu pertemuan – pertemuan singkat kita dan semua obrolan – obrolan kita yang tak tentu arah
Aku rindu semua gelak tawa lepas kita.
Aku rindu semua perjumpaan kita, isak tangis ku saat kuceritakan keluh kesah ku kepadmu.
Aku rindu semuanya. Aku rindu canda tawa dan hinaanku terhadapmu begitupun sebaliknya
Aku rindu hangatnya ucapan mu ketika menyapa ku degan ringan.
Aku rindu senyuman mu, aku rindu tawamu.
Dan yang lebih parahnya lagi,matahari baru saja menutup sinarnya dan berganti dengan Rembulan. Tapi, setiap benda bulat putih itu datang aku selalu merindu. Merindukan semua kebiasaan konyol kita.
Saat itu saat ku Tanya, bagaimana kalau aku merindukan mu ketika kamu pergi ? kau menjawabnya dengan santai seolah kamu pasti tak akan merindukan ku.
“ mudah saja, lipat kedua kaki mu, lipat kedua tangan mu lalu berdoalah. Bilang pada Tuhan mu Aku merindu nya.”
Percayalah itu sudah kulakukan tapi rindu ini tetap menggantung.
Bagiku obat dari kerinduan bukan lah berkata aku rindu atau sebagainya. Bagiku obatnya hanya “pertemuan”
Aku ingin bertemu dengan mu, mengulang cerita yang dulu
Aku ingin berjalan bersama mu, membagikan cerita ku dan segala kegalauan ku.
Aku ingin pergi dengan mu, meskipun hanya menikmati segelas kopi pait dan tiga buah pot isi kentang goreng di café dekat SMP
Aku ingin memukul mu dengan kencang atau mencubitmu kala aku merasa geretan. Atau menyibukanmu dengan teriakan minta tolong dari ku
Percalayah aku kesepian semenjak kepergian mu.
Ah ! ini lah yang ku benci ketika berpisah.
Bolehkah aku membenci perpisahan ? karena ketika berpisah selalu ada rindu yang diam – diam datang lalu menggebu – gebu minta untuk dipertemukan
Bolehkan aku membenci pertemuan ? karena selalu ada perpisahan di ujungnya. Dan aku membenci perpisahan.
Tak bisakah semua orng menetap ? tak bisakah tak perlu ada perpisahan didunia ini ?
Atau inikah kesalahan ku karena terlalu mudah dekat dan mendekat ?
Intinya jika nanti ada kesempatan untuk ku bertemu kembali dengan mu ingin ku katakan dengan lantang
AKU MERINDUKAN DIRIMU
P.s untuk kalian wanita dan pria terhebat dalam hidupku setelah orang tuaku






Komentar
Posting Komentar