Pamit
Aku kembali
mempertanyakan arah dari semua ini
Apakah ini akan
berjalan sesuai dengan apa yang aku inginkan ? atau justru sebaliknya ?
Aku bertanya
benarkah tindakan ku untuk membiarkan dia kembali hadir dalam hidupku ?
Membiarkan dia
kembali di hidupku- berarti aku sedang mempersiapkan hati ku untuk kembali
sakit hati, untuk kembali hancur, untuk kembali jatuh.
Membiarkan dia
kembali masuk ke hidupku berarti membiarkan dia kembali membuat hati ku
berbunga lalu memotongnya seenaknya.
Ya ! mungkin aku
terlalu mencintai dia, atau aku justru terobsesi dengan dia ?
Ha ? aku bodoh ?
ya aku rasa aku bodoh ! aku bodoh karena selalu membuka hati ku untuknya.
Apalagi ? aku
terlalu mudah jatuh hati ? TENTU TIDAK ! sampai saat ini masih dia yang
terakhir di hidupku. Masih ada dia di hatiku hanya saja aku takut membawa nya
masuk lagi ke hatiku.
Sampai saat ini
rasa ragu itu teralu besar untukku.. aku ragu dengan perasaan yang dia miliki.
Aku ragu hanya ada aku.
Aku ragu dengan
pernyataan cintanya, menurut ku kalimat itu bukan hanya tercipta untuk ku saja,
tapi untuk semua wanita di dekatnya.
Menurutku dia
hanya kesepian dan aku wanita yang mau berdiri menemani nya untuk menghilangkan
rasa sepinya. Meskipun aku hanya menjadi tempatnya untuk menghilangkan rasa
sepi dan penat di pikirannya.
Menurutku dia
hanya ingin aku ada ketika dia benar – benar merasa sepi, ketika dia benar –
benar merasa tidak ada wanita lagi yang bisa percya dengan kata – katanya. Atau
dengan kata lain, aku hanya tempat untuk dia singgah.
Ya ! aku hanya
tempat untuk dia singgah, meneduh dari hujan atau panas terik lalu ketika
situasi dan keadaan sudah lebih membaik dia akan pergi.
Sama seperti
yang sudah – sudah dia pergi.
Aku menjadi ragu
padanya bukanlah tanpa sebab tapi karena dialah yang membuatku selalu meragu.
Dan ya ! aku
terlalu mudah untuk didapatkannya ! dan dia terlalu licik dengan mempermainkan
ku.
Semoga saja
kelak kamu akan menemukan wanita yang pas dan baik untukmu. Yang sabar menanti
mu dan setia dengan sikap mu yang mudah berubah
Semoga saja
hanya aku wanita terakhir yang kau jadikan permainan. Ya ! semoga aja semunya
berhenti di aku
Maaf tapi aku
harus pergi, kali ini aku yang akan pergi. Kali ini biarkan aku yang
meniggalkan mu bukan kamu yang meninggalkan aku.
Aku lelah menjadi
tempat mu berteduh.
Jika nanti kamu
sudah menemukan tempat bermuara mu semoga saja kamu tidak membuatnya seperti ku
yang selalu menunggu mu.
Dan izinkan aku
berkata satu hal. Maafkan aku atas semua kesalahan ku. Maaf kan aku atas sikap
ku yang begitu murahan, tolong maafkan aku dengan ikhlas.




Komentar
Posting Komentar